Cinta adalah Anugerah terindah....Love is a beautiful gift from God....
kolomcinta mengucapkan: HAPPY VALENTINE 2009                 Selamat Hari VALENTINE in 2009                 Keep strong Our Love in2009....

Selasa, 31 Maret 2009

Memelihara hubungan cinta bagaikan memelihara sebuah kaktus

Enggak usah heran dengan kata-kata yang tertulis di atas. Kali ini kita akan mencoba menganalogikan antara kaktus dan cinta, meskipun terkadang kita merasa kaktus bukanlah tanaman yang pantas disamakan dengan cinta jika dilihat dari bentuk fisiknya yang penuh duri.

Sebelum anda memutuskan untuk membaca lebih lanjut, ada beberapa hal yang WAJIB untuk dilakukan :
* Apabila anda sedang membaca tanpa orang yang kau cintai berada di sisimu, cobalah untuk mengingat orang yang kau cintai walau hanya dalam beberapa detik saja....
* Apabila anda sedang membaca bersama orang yang kau cintai, tatap matanya beberapa saat, resapkan arti hadirnya disampingmu saat ini..
JIKA ANDA MENGINGINKAN APA YANG ANDA BACA KALI INI LEBIH MEMBEKAS DI HATI, ANDA WAJIB MELAKUKAN APA YANG TELAH DIURAIKAN DIATAS....

Mari kita analogikan....
Menjaga keharmonisan cinta bagaikan memelihara sebuah kaktus yang berduri. Semakin besar sebuah kaktus, akan semakin banyak duri yang tumbuh..
Begitulah Cinta, semakin besar rasa sayang yang kita tanamkan, akan semakin besar ujian (permasalahan) yang kita hadapi..
Namun, apakah kita menyadari bahwa kaktus akan terlihat semakin indah dengan durinya, itulah daya tarik sebuah kaktus sebagai tanaman yang unik.
Begitu juga halnya dengan cinta. Semakin banyak permasalahan yang kita hadapi, akan semakin mempererat hubungan kita, apabila kita menyadari arti kebersamaan sesungguhnya, “Belajar untuk mengintrospeksi diri dari apa yang telah terjadi dan Belajar untuk memiliki HATInya bukan sekedar ORANGnya”.

So.. tetaplah bertahan, mulailah belajar untuk saling menghargai. Tumbuhkan bunga hati bersama pasanganmu, layaknya bunga kaktus yang tumbuh dengan indah diantara durinya.
Sekarang tersenyumlah untuk orang yang kau cintai, meski hanya di dalam hati. Karena hati takkan pernah bohong.... (^_^) + (^_^) = (^_^)♥(^_^)

Sabtu, 21 Maret 2009

Batasan umur dalam cinta..?

Banyak yang bilang kalau umur adalah salah satu patokan dalam memilih pasangan untuk dijadikan kekasih. Selain itu, banyak juga yang bilang “kalau sudah cinta, umur bukanlah sebuah patokan”. Meski demikian, sepertinya umur tetap menjadi sebuah pertimbangan. Waduh.. kok bisa gitu ya..?!

1. mencegah keganjilan..
Misalnya : Bagaimana ya reaksi orang-orang waktu melihat kita pacaran sama anak SMP, padahal kitanya udah kuliah?
Teman-teman kita ngejawab: biasa aja tu, asal saling suka.. gak masalah kalee.. (no problem)
Ortu kita : Itu pacar kamu ya? Ooo…. (find-find aja)
Ortu si anak SMP (pacar kita) : kamu itu kan masih SMP, masa pacaran sama anak kuliahan..!!!! (warning..!!)
Tetangga-tetangga si anak SMP : lihat tuh, masa gaulnya sama anak kuliahan, padahal dia kan masih kecil.. genit banget ya.. (danger area..!!)
Dijamin, pacar kita langsung jadi seleb komplek perumahan..

2. Mencegah pikiran buruk, alias negatif thinking..
apa tanggapan kita waktu ngelihat seorang anak SMA yang berpacaran sama cowok yang udah kayak Bapak-bapak? Pasti deh kita mengarah kalo tu cewek “udah gak bener”, padahal belum tentu kan..

3. Mencegah salah tafsir..
Misalkan si Cinta berpacaran sama cowok yang umurnya jauh diatas dia. Malam Minggu dia nontop bioskop berduaan. Terus tiba-tiba dibelakangnya ada salah satu temannya yang mergokin, “iih.. Cinta, masa udah gede nonton bioskop masih minta ditemenin bokapnya?!”
Nah Lo….

Selasa, 06 Januari 2009

Raih Cinta Sesungguhnya dengan Menjadi Sahabat Bumi

Bicara soal cinta, emang enggak ada habisnya. Dari satu persoalan pasti berkaitan dengan persoalan lainnya. Terkadang kita sempat berpikir untuk melupakannya, tapi apa yang terjadi? Kita bahkan semakin merasakan hal tersebut.

Saat cinta telah melanda hati kita dan menimbulkan sebuah peristiwa yang dinamakan dengan “jatuh cinta”, masalah utama yang timbul adalah kebingungan dan kesulitan dalam mencari orang yang tepat untuk dijadikan kekasih hati. Para pakar psikologi mengemukakan bahwa perilaku dapat mencerminkan kepribadian seseorang, tampaknya hal ini bisa menjadi acuan bagi kita dalam memilih seorang pasangan untuk dijadikan kekasih yang tepat bagi kita.

            Idealnya kita seringkali memilih calon kekasih dengan berbagai kriteria yang menurut kita patut untuk dipenuhi. Berikut tiga kriteria utama seorang kekasih yang ideal (dari sudut pandang perasaan) yang patut dipenuhi tersebut :

1. Mencari pasangan yang memiliki “perhatian dan rasa peduli”,
2. Mencari pasangan yang memiliki “rasa sayang”,
3. Mencari pasangan yang memiliki “kesetiaan dan patut jadi panutan”.

            Mari kita cermati bersama tiga (3) hal yang telah dikemukakan diatas dengan memperhatikan kebiasaan sehari-hari si Dia terhadap alam dan lingkungan sekitar. Bersahabat atau tidak si dia terhadap alam sekitar? Mulailah untuk mencermatinya dari tingkah laku kecil yang sering kita anggap sepele, padahal sesungguhnya berdampak besar bagi kehidupan. Inilah metode yang kita namai “dari alam kembali ke alam”.

1. Mencari pasangan yang memiliki “perhatian dan rasa peduli”

            Kira-kira sebelum mengetahui dia perhatian sama kita atau enggak, dia udah perhatian atau belum ya dengan lingkungan sekitar? Misalnya buang sampah enggak sembarangan. Walaupun enggak tinggal di daerah rawan banjir dan longsor, tapi dia peduli terhadap banjir. Bukan hanya ikut menyumbang, tapi juga mengetahui penyebab-penyebab utama terjadinya banjir dan longsor (seperti penggundulan hutan, buang sampah ke sungai, dan lain-lain). Orang yang enggak peduli sama lingkungan sekitar adalah orang egois, yang cuma mementingkan diri sendiri. Mau pacaran sama orang egois?

2. Mencari pasangan yang memiliki “rasa sayang”

            Waduh.. betapa senangnya memiliki pasangan yang kayak gini. Terkadang kita udah sempat yakin terhadap pasangan kita dari beberapa sikapnya yang seakan ingin selalu melindungi kita. Beneran yakin? Bukannya bermaksud meragukan, tapi nanti takutnya cuma hangat diawal, sebatas proses “PeDeKaTe”. Waktu udah jadian, mulai deh berangsur-angsur rasa sayangnya berkurang. Makanya, cermati dong kelakuannya sehari-hari, misalnya dengan alam atau lingkungan sekitar. Misalkan dia punya binatang peliharaan, coba perhatikan dia sayang atau enggak sama binatang peliharaannya.

            Terus kalau seandainya tiba-tiba dihadapkan pada sebuah berita yang mengatakan bahwa Orang Utan akan punah, coba deh tanya tanggapannya. Kalau dia jawab “kasihan ya”, duh... berarti nih orang selain peduli, juga punya rasa sayang yang “gimana gitu”. Sama Orang Utan aja sayang, apalagi sama kekasih, ya enggak?. Nah, kalau jawabannya “Enggak tau ya, tapi kenapa bisa sampai hampir punah gitu?”. Artinya nih orang masih “plin-plan”, tapi masih bisa untuk dituntun menuju jalan yang benar. Tapi kalau dia jawab “Emang gue pikirin, salah dia sendiri jadi Orang Utan..!!”. Waduh.. nih orang sombong banget, yang kayak gini baru namanya tipe “aspal”. Asli palsunya..

3. Mencari pasangan yang memiliki “kesetiaan dan patut jadi panutan”

            Udah perhatian, sayang sama kita, ditambah dengan setia. Orang yang kayak gini yang patut jadi panutan. Mau dapat pasangan yang benar-benar setia? Bukan cuma di mulut doang. Coba deh lihat lagi tingkah lakunya sehari-hari. Si Dia menaruh “perhatian dan rasa peduli” dengan “rasa sayang” terhadap alam dan lingkungan sekitar secara konsisten atau hanya di waktu-waktu tertentu saja. Apabila konsisten, berarti apa yang telah dilakukan sudah menjadi sebuah kebiasaan baik baginya. Benar-benar cocok untuk dijadikan sosok panutan, mencontohkan sesuatu lewat perbuatan.

            Tapi kalau sikapnya berubah-ubah, bahkan lebih sering kearah enggak peduli dan enggak punya rasa sayang, itu artinya si Dia seorang “Pahlawan Bertopeng”. Lebih tepatnya Orang yang menggunakan topeng seorang pahlawan, demi untuk mencuri sebuah perhatian. Pikirkan sendiri betapa egoisnya orang itu.


            Bagi anda yang sedang memilah seseorang untuk dijadikan pasangan, ada baiknya untuk menjadikan tiga hal diatas sebagai pertimbangan. Sedangkan bagi anda yang sedang mengalami proses “PeDeKaTe” terhadap seseorang, saatnya untuk introspeksi diri dan merubah kebiasaan buruk yang telah melekat.

            Sesungguhnya tidak ada yang sempurna di dunia ini. Meskipun demikian, marilah kita mencoba untuk bersama-sama menuju kearah sempurna. Jadilah sahabat bumi, dan raih cinta sesungguhnya.





(Punya permasalahan seputar cinta? Atau punya tulisan (puisi, cerita, artikel, dsb) tentang cinta? Kirimkan ke e-mail : the_hangs@yahoo.com, permasalahan anda beserta jawaban akan saya tampilkan disini)

Modal Rp.25.000=Penghasilan hingga Rp.1MILYAR, caranya GAMPANG BANGET..!!!!